Jakarta, (Tagar 16/4/2018) - Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan serangan Barat selanjutkan kepada Suriah akan membawa dunia dalam kekacauan. Saat yang sama AS bersiap menerapkan sanksi ekonomi terbaru kepada Rusia.

Dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Iran Hassan Rouhani, Putin sepakat dengan Rouhani bahwa serangan Baratitu telah merusak kesempatan mencapai resolusi politik untuk perang saudara Suriah yang sudah berusia tujuh tahun.

"Vladimir Putin, khususnya, menekankan bahwa jika  aksi-aksi yang melanggar Piagam PBB semacam itu terus berlangsung, maka tidak ayal lagi akan menciptakan kekacauan dalam hubungan internasional," kata Kremlin dalam laman CNBC.

Sabtu pekan lalu, AS, Prancis dan Inggris meluncurkan 105 pelur kendali yang disebut Pentagon menyasar fasilitas-fasilitas senjata kimia Suriah, sebagai balasan atas serangan gas di Douma pada 7 April.  Ini adalah serangan terbesar Barat kepada Suriah.

Menyangkut sanksi ekonomi baru dari AS, Evgeny Serebrennikov, wakil ketua komisi pertahanan parlemen Rusia, menyatakan Moskow siap membalasnya.

"Sanksi itu memang menyulitkan kami, tetapi akan lebih menyulitkan AS dan Eropa," kata Serebrennikov.

Sementara itu, kepada para anggota parlemen Rusia, Presiden Suriah Bashar al-Assad menyebut serangan Barat itu sebagai agresi terhadap Suriah. (ant/rmt)